Entah mengapa, rasanya belum siap
diriku untuk mengakhiri, maupun menjalaninya. Sepertinya baru kemarin aku lepas
seragam putih biruku. Baru saja aku mencoba masa SMA dan sekarang sudah mau
berakhir saja. Sementara aku belum mampu menjadi seorang anak yang tak
bersekolah (dalam konteks ini maksudnya lulus). Dalam jangka waktu satu bulan,
aku akan melepas status pelajar kelas 2 dan menjadi siswi kelas 3 sekolah menengah
atas. Dan itu artinya paket menjadi anak SMA akan selesai dalam hitungan bulan.
Siapkah aku, sementara untuk melanjutkan kemana saja aku belum tau?
Memang benar ya, waktu itu sangat
amat berharga. Pepatah yang bilang “waktu
adalah uang” itu salah besar. Waktu jauh lebih berharga dari uang. Uang bisa
dicari jika habis. Bagaimana dengan waktu? Waktu tak kan bisa diulang kembali. Jika
kau sudah melewatkannya, mau dengan nyawamu sekalipun tak akan bisa lagi kau
minta untuk kembali. Pergunakan lah waktumu sebaik mungkin. Masa SMA yang
tinggal sebentar ini pun demikian. Pikirkan baik-baik untuk kedepannya.
Dalam benakku, aku masih seorang gadis kecil
yang suka bermain seperti 10 tahun yang lalu, saat aku masih dibangku sekolah
dasar. Masih sama seperti seorang gadis kecil 5 tahun lalu, saat aku pertama
menginjakan kaki ditingkat SMP. Masih sama seperti 2 tahun lalu saat aku masuk
SMA. Masih seorang gadis kecil yang belum bisa memenuhi yang diinginkannya
sendiri. Belum bisa menentukan masa depan. Namun aku harus tinggalkan pola
pikir demikian. Tinggal menghitung bulan dan aku sepenuhnya dewasa. Dewasa
secara umur. “growing old is a destiny. Growing
up is a choice”. Bukan menjadi tua yang aku inginkan walaupun itu
pasti. Namun menjadi dewasalah yang paling penting disini. Dewasa untuk
memikirkan masa depanmu selanjutnya.
Yaa, mau bagaimanapun menjadi tua adalah sebuah
takdir. Semua orang pasti akan menjadi semakin tua. Dan karena itu harus
dihadapi pula semuanya. Pesanku satu, berjuanglah selagi kamu bisa. Memilihlah selagi
kamu bisa memilih. Dan jangan pernah menyerah untuk apa yang kamu tidak tau
akhirnya. Berjuanglah kawan, “Untuk waktu yang tak akan kembali, untuk
waktu yang tak bisa dipercepat, untuk waktu yang tak bisa dibeli, untuk waktu
yang tak akan bisa kau perpanjang”
Berhenti menggampangkan segala
sesuatu, berusaha untuk waktu 1 bulan di kelas 2 ini. Berjuang untuk satu tahun
dikelas 3. Berjuang untuk masa depan. Karena
masa depan, ditentukan dari SEKARANG.
No comments:
Post a Comment