"selamat datang"

welcome..
"access to special exhibit requires a fee"

Thursday, April 18, 2013

trip to dufan- another day with WASPADA!!

Beberapa waktu yang lalu, pas liburan UAS kelas 12, kita-kita  (kelas gue, WASPADA!!) pergi ke DUFAN buat melepas kepenatan. Itu hari kamis dan tanggalnya gue lupa. SERU! Jadi kita kumpul disekolah itu jam 9 pagi. Terus berangkat naik busway langsung dari shelter Slamet Riyadi. Gak lama kita nunggu dan dapet busway yang agak sepi. Berhubung gak macet, kita sampe Ancol dengan segera. Abis itu kita langsung menuju Dufan.

Abis masuk Dufan, kita langsung menuju wahana Kora-kora. pas dikora-kora ini semua masih naik (belum ketauan siapa yang penakut nih ^^) nah abis itu pas mau main yang lain baru deeh ketauan. Kalo gak salah sih gue naik semua, dari kora-kora, tornado, halilintar, arung jeram, niagaragara, hysteria dan semuanya dah. Untuk menghemat, kita makan siang pesen sama Nyokapnya Livia, nasi goreng kornet yang enak itu dan gak mahal. wiih makan siang rame-rame didepan wahana apatuh yanag diputer, terus diputer lagi.

Pokoknya kita selesai main pas Dufannya udah mau tutup, dan ditutup oleh Niagaragara yang menjadi sponsor basahnya kita-kita ini. Abis itu sebagian dari kita pada pulang. sebagian mau cari makan. nah gue masuk bagian yang mau cari makan ini. Kita ke pantai dengan berjalan kaki. Lewatin eco park bagai bolang yang tak tentu arah gitu.

Kita makan si A&W malem itu. Selesai makan kita gak langsung pada pulang, tapi foto-fot ditepi pantai. Abis itu kita berpetualang di eco park. ketawa-ketawa, main dan sebagainya menuju shelter busway. Nah abis itu kita pulang deh. jam setengah 9 kita sampe di Fons lagi. Cape gak? cape banget deh. Tapi senengnyaaa, luar biasa.

Dan dalam 2 hari kemudian badan gue sukses diurut karena sakit semua abis dari Dufan itu hahaha. Ini ada beberapa foto kita kita disana ^^


























Merenung Pagi-Pagi

Yaaa.... jadi ceritanya ini hari terakhir UN untuk anak kelas 12. Yang menandakan masa mereka jadi anak SMA pun akan berakhir. Dan kamilah yang selanjutnya akan mengakhiri masa-masa SMA kami. Bukan, masa-masa sekolah kami. Hal yang jadi rutinitas, bahkan bagian hidup sejak kami kecil, di taman kanak-kanak.


Entah mengapa, rasanya belum siap diriku untuk mengakhiri, maupun menjalaninya. Sepertinya baru kemarin aku lepas seragam putih biruku. Baru saja aku mencoba masa SMA dan sekarang sudah mau berakhir saja. Sementara aku belum mampu menjadi seorang anak yang tak bersekolah (dalam konteks ini maksudnya lulus). Dalam jangka waktu satu bulan, aku akan melepas status pelajar kelas 2 dan menjadi siswi kelas 3 sekolah menengah atas. Dan itu artinya paket menjadi anak SMA akan selesai dalam hitungan bulan. Siapkah aku, sementara untuk melanjutkan kemana saja aku belum tau?

Memang benar ya, waktu itu sangat amat berharga. Pepatah yang bilang “waktu adalah uang” itu salah besar. Waktu jauh lebih berharga dari uang. Uang bisa dicari jika habis. Bagaimana dengan waktu? Waktu tak kan bisa diulang kembali. Jika kau sudah melewatkannya, mau dengan nyawamu sekalipun tak akan bisa lagi kau minta untuk kembali. Pergunakan lah waktumu sebaik mungkin. Masa SMA yang tinggal sebentar ini pun demikian. Pikirkan baik-baik untuk kedepannya.

Dalam benakku, aku masih seorang gadis kecil yang suka bermain seperti 10 tahun yang lalu, saat aku masih dibangku sekolah dasar. Masih sama seperti seorang gadis kecil 5 tahun lalu, saat aku pertama menginjakan kaki ditingkat SMP. Masih sama seperti 2 tahun lalu saat aku masuk SMA. Masih seorang gadis kecil yang belum bisa memenuhi yang diinginkannya sendiri. Belum bisa menentukan masa depan. Namun aku harus tinggalkan pola pikir demikian. Tinggal menghitung bulan dan aku sepenuhnya dewasa. Dewasa secara umur. “growing old  is a destiny. Growing up is a choice”. Bukan menjadi tua yang aku inginkan walaupun itu pasti. Namun menjadi dewasalah yang paling penting disini. Dewasa untuk memikirkan masa depanmu selanjutnya.

Yaa,  mau bagaimanapun menjadi tua adalah sebuah takdir. Semua orang pasti akan menjadi semakin tua. Dan karena itu harus dihadapi pula semuanya. Pesanku satu, berjuanglah selagi kamu bisa. Memilihlah selagi kamu bisa memilih. Dan jangan pernah menyerah untuk apa yang kamu tidak tau akhirnya. Berjuanglah kawan, “Untuk waktu yang tak akan kembali, untuk waktu yang tak bisa dipercepat, untuk waktu yang tak bisa dibeli, untuk waktu yang tak akan bisa kau perpanjang”

Berhenti menggampangkan segala sesuatu, berusaha untuk waktu 1 bulan di kelas 2 ini. Berjuang untuk satu tahun dikelas 3. Berjuang untuk masa depan.  Karena masa depan, ditentukan dari SEKARANG.